Penyakit Ikan

Posted on Februari 6, 2010

4


Oleh : Dhimas Ragil Kurnia

Sumber : Balai Karantina dan Kesehatan Ikan

Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Tengah

A. Pendahuluan

Penyakit ikan merupakan salah satu masalah yang sering dijumpai dalam usaha budidaya ikan, dan  dapat menyebabkan kegagalan dalam budidaya ikan. Penyakit ikan erat hubungannya dengan lingkungan dimana ikan berada. Dalam pencegahan dan pengobatan penyakit, selain dilakukan pengendalian terhadap lingkungan, juga perlu diketahui hal-hal  yang bersangkutan dengan timbulnya penyakit ikan.

B. Penyakit ikan

—  Penyakit ikan adalah suatu keadaan di mana tubuh ikan mengalami sesuatu (kemasukan benda asing) sehingga keadaan tubuh tidak normal

—  Mempunyai hubungan yang erat dengan keadaan lingkungan, dimana ikan itu hidup.

—  Hubungan erat antara Ikan, patogen, lingkungan harus seimbang agar tidak timbul penyakit.

—  Ikan hidup di lingkungan air maka bila terjadi perubahan sedikit saja dari lingkungan dapat menyebabkan stress pada ikan, sedangkan ikan yang dalam keadaan tress akan mudah terkena penyakit.

—  Organisme penyebab penyakit  itu sendiri (patogen) telah ada dalam perairan, tetapi dalam kondisi yang seimbang patogen tersebut tidak menyebabkan ikan menjadi sakit.

—  Jika kondisi yang seimbang tersebut terganggu misalnya adanya perubahan lingkungan maka patogen yang ada dalam air dapat menyebabkan ikan menjadi sakit.

C. Gejala penyakit

—  Ikan sering berenang di permukaan air dan terlihat seperti kekurangan Oksigen (02).

—  Tidak ikut bergerombol atau memisahkan diri dan berenang pasif.

—  Berenang oleng.

—  Adanya tanda-tanda tertentu pada tubuh ikan : bercak merah, bercak putih, bisul atau adanya jamur.

—  Insang terlihat pucat

—  Lendir berkurang / berlebihan dan tidak merata

D. Faktor penyebab

—  Faktor Abiotik adalah  penyebab penyakit bukan oleh organisme pathogen, tetapi oleh keadaan lingkungan yang tidak cocok (sifat kimia dan fisika air yang tidak sesuai untuk kebutuhan hidup ikan), makanan yang tidak sesuai baik kualitas maupun kuantitas dan faktor keturunan.

—  Faktor Biotik adalah penyakit yang disebabkan oleh organisme pathogen seperti virus, bakteri, jamur dan copepoda.

E. Penularan

—  Adanya kontak antara ikan yang sehat dan ikan yang sakit (melalui media air) : pemeliharaan ikan sakit digabungkan dengan ikan yang sehat dalam satu bak/kolam.

—  Penularan oleh manusia, hal ini mungkin terjadi karena adanya kecerobohan dalam penanganan ikan : setelah memegang ikan yang sakit, tanpa mencuci tangan langsung memegang ikan yang sehat/atau mencuci tangan di bak/kolam yang berisi ikan sehat.

—  Media dan peralatan yang digunakan untuk ikan sakit, digunakan kembali tanpa didesinfektan terlebih dahulu.

—  Aliran air untuk unit perkolaman yang berbentuk seri maka kemungkinan penularan penyakit semakin besar dari pada unit perkolaman berbentuk pararel.

F. Pencegahan

—  Perbaikan Lingkungan Kolam

v  Pengeringan dan penjemuran kolam

√        Secara periodik 4 – 5 bulan sekali atau pada waktu panen ikan

√        Untuk menghilangkan bibit penyakit serta menghilangkan gas-gas beracun yang mungkin ada di dasar kolam

v  Pengapuran Kolam

√        Membunuh bakteri dan penyakit

√        Merupakan bahan pengaktif untuk meningkatkan produktivitas perairan

√        Menetralisir keasaman air dan tanah dalam kolam akibat pemupukan

√        Dosis 10 – 20 gram tohor per m3

√        Untuk daerah terkena penyakit Myxosporeasis tindakan pencegahan yang cukup efektif adalah dengan pengeringan kolam secara total lalu dikapur dengan dosis 200 gram kapur tohor per m3 dan dibiarkan 1 – 2 minggu

—  Mencegah masuknya bibit penyakit melalui air

v  Air sebelum masuk kedalam kolam dapat disaring terlebih dahulu dengan menggunakan bak saringan dan bak pengapuran

v  Fungsi Bak Saringan : mencegah masuknya hewan dan parasit  misal Lernea dan Argulus. Mencegah masuknya ikan-ikan yang tidak diingini misal  ikan gabus, ikan seribu yaitu ikan yang bertindak sebagai carrier pembawa penyakit Lernea.

v  Fungsi Bak Pengendapan : mencegah lumpur dan bahan organik yang terlalu banyak terbawa air, dapat digunakan batu kerikil, batu dibungkus ijuk.

v  Bak penyaring air dapat pula diletakkan tidak diatas kolam tetapi dekat sumber air.

v  Pembuatan bak saringan dapat juga digabung dengan bak pengendapan, sehingga keseluruhan sumber air terlebih dahulu ditampung bak pengendapan,kemudian melewati bak penyaringan dan air yang keluar sudah dalam keadaan bersih dan langsung dibagi-bagikan ke kolam.

—  Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Ikan

v  Memperlakukan ikan secara hati-hati : waktu tebar ikan tidak dengan cara melempar, pada waktu menangkap ikan dilakukan secara berhati-hati, perlakukan terhadap ikan harus penuh kasih sayang.

v  Mengkarantina ikan terlebih dahulu setelah pengangkutan. Ikan setelah pengangkutan biasanya dalam keadaan lemah shg perlu disegarkan kembali : meletakan dalam air yang bersih dan segar selama beberapa waktu.

v  Adaptasi ikan, hal ini perlu dilakukan bila mendatangkan ikan dari tempat lain. Adanya perbedaan kualitas air dari tempat asal dengan tempat yang baru dapat menyebabkan stress pada ikan sehingga melemahkan daya tubuh ikan. Adaptasi  bertujuan : agar ikan terlebih dahulu menyesuaikan pada lingkungan yang baru agar tidak terjadi stress.

—  Saat Pemeliharaan

v  Kepadatan ikan.

Kepadatan yang berlebihan akan akan menyebabkan kompetisi satu sama lain ikan terhadap ruang, makanan, oksigen. Adanya pergesekan satu dengan lainnya akan memudahkan ikan terluka, yang kesemuanya ini dapat melemahkan tubuh ikan serta mempercepat penyebaran penyakit.

v  Makanan cukup kualitas dan kuantitas.

Makanan yang buruk dapat melemahkan daya tahan tubuh ikan, sehingga mempermudah ikan terkena penyakit.

v  Hindarkan pencemaran dan kekurangan oksigen dalam air.

pencemaran dan kekurangan oksigen dapat langsung menyebabkan penyakit pada ikan bahkan dapat menyebabkan kematian.

  1. Perawatan Kesehatan Ikan

—  Ikan yang sakit segera dipisahkan dan diobati, untuk menghindari penularan penyakit, seyogyanya ikan sakit tidak dicampur dengan ikan yang sehat, dan pengobatan dilakukan ditempat lain. Pengobatan sebaiknya dilakukan sedini mungkin agar penyakit mudah diobati.

—  Sebelum dan sesudah pengangkutan ikan perlu di treatmen / diberikan perlakuan perendaman dengan probiotik ( spt. Pidas atau Master fish ) atau secara tradisional dengan daun ketapang / kamboja

—  Secara periodik meneliti pertumbuhan ikan serta mengamati keadaan lingkungan air.

DOWNLOAD VERSI MS.WORD DI SINI>>>