Wanita : Jajahan Kaum Kapitalis

Posted on Agustus 17, 2010

1


Jauh sebelum zaman emansipasi, wanita adalah kaum terpinggirkan yang secara nyata keberadaannya dinomor duakan dari kaum pria. Saat itu wanita hanya dianggap sekedar sebagai pelengkap kehidupan pria.  Bisa dikatakan, wanita adalah kaum hina yang tidak pantas disejajarkan dengan kaum pria. Bahkan pada zaman jahiliah arab, memiliki anak perempuan adalah suatu aib sehingga banyak sekali bayi-bayi perempuan yang baru lahir, langsung dikubur hidup-hidup.

Setelah era emansipasi, semua berubah. Hak-hak dan martabat kaum wanita mulai diakui oleh kaum pria. Banyak sekali kaum wanita yang memiliki kecerdasan bahkan kekuatan yang melebihi apa yang biasa dimiliki oleh kaum pria. Tidak sedikit pula pekerjaan-pekerjaan yang sebelumnya diakui sebagai milik kaum pria, dapat dilakukan oleh kaum wanita. Beberapa diantara mereka malah menjadi wanita terhormat dengan menduduki jabatan-jabatan penting seperti direktur perusahaan, presiden mentri dsb.

Namun, kaum wanita seolah-olah tidak sadar bahwa mereka tengah berada dalam penjajahan model baru. Penjajahan tersebut dilakukan oleh kaum-kaum kapitalis yang berusaha mengeruk banyak keuntungan dengan wanita sebagai sasaran bidik mereka. Mereka adalah produsen-produsen sambun kecantikan, sampo, baju, kosmetik, obat-obatan dsb. Lihat saja propaganda mereka, “agar anda tampil lebih cantik, lebih menarik, gaya, gaul, jadi pusat perhatian, jadi rebutan, dsb”.

Contoh simpel adalah lotion pemutih. Coba perhatikan baik-baik propaganda mereka : “agar kulit anda tampak putih dan cantik”. Apakah kalau kulit tidak putih berarti tidak cantik? Memang ada yang salah dengan kuit hitam, kuning atau sawo matang? yang lebih konyol lagi, kaum wanita begitu terbius dengan propaganda itu dan menelannya mentah-mentah. Lihat saja beberapa merk lotion pemutih terkenal laris manis dipasaran Indonesia.

Celakanya, ternyata produsen-produsen itu bermuka dua. Dasar kapitalis yang maunya mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya. Di jepang dan eropa, yang mayoritas warna kulitnya lebih terang (putih/kuning) dari warna kulit orang Indonesia, mereka menjual produk lotion untuk menjadikan warna kulit menjadi lebih gelap (sawo matang), dengan propaganda yang sama, agar lebih cantik dll.

Itu baru lotion, lihatlah propaganda obat pelangsing, parfum dll, pasti ujung-ujungnya adalah agar wanita terlihat lebih menarik. Menarik dari sudut pandang siapa? tidak lain tidak bukan adalah dari pandangan pria. Jadi kalau boleh tanya, apakah wanita benar-benar sudah terbebas dari penjajahan kaum pria? secara fisik mungkin benar, tapi secara mental mereka masih terjajah. Mental itulah yang ternyata dimanfaatkan dengan baik oleh kaum kapitalis.

Sekilas, apa yang anda pikirkan tentang diadakannya kontes-kontes kecantikan? Sebuah kompetisi kaum wanita untuk adu cantik, cerdas, dll. Apa manfaatnya, kenapa untuk kaum pria tidak ada? Jawabannya adalah karena kaum wanita masih setia dijadikan sebagai sarana eksploitasi yang efektif untuk meningkatkan penghasilan para sponsor.

Lihat saja di beberapa kontes kecantikan, mereka diwajibkan memakai kosmetik dari sponsor utama, bikini dengan merk tertentu dll. Apa untuk terlihat cantik wajib memakai kosmetik merk itu? atau lebih terlihat cantik kalau memakai bikini dengan merk ini? tentu tidak, bahkan banyak wanita yang terlihat cantik tanpa kosmetik, atau lebih cantik apabila berkerudung.

Produk-produk itu adalah alat kaum kapitalais untuk menjajah mental wanita-wanita di dunia, agar mereka dapat menikmati keuntungan yang berlebih atas kebodohan kaum wanita yang mudah sekali ditipu daya. Maka, sudah saatnyalah kaum wanita menyadari adanya bentuk penjajahan baru terhadap mereka.

Posted in: Umum