Purwokerto-Banjarnegara PP

Posted on September 28, 2010

0


Hhhhhmmmm….

Sekilas, melihat judul tulisan ini seperti tidak asing, kaya yang tertera di bus-bus mikro ajah…

Wel, itulah aktivitasku sehari-hari. Berangkat pagi-pagi benar dari purwokerto, sampai Banjarnegara menjalankan aktivitas kerjaan, dst-dst, trus jam 2 cabut lagi, sampai purwokerto setengah 4. Wuihh 6 hari seminggu, full.

Aktivitas harian ini aku jalani dengan mengendarai sepeda motor Karisma X keluaran tahun 2006, kadang kalau lg pengen ya naik bus. 150 Km PP aku tempuh setiap hari, satu kali jalan sekitar 1,5 jam dengan kecepatan rata2 60 Km/jam. Biaya beli bensin per hari Rp 10.000,- kalau naik bis Rp 10.000 sekali jalan.

Aku lebih seneng naik sepeda motor karena beberapa alasan:

1. Lebih cepat, karena kata seorang capres di pilpres 2009 “lebih cepat lebih baik”, meskipun itu tidak berlaku untuk ibu-ibu, soalnya kalau terlalu cepat bisa ngambek semalaman. wkwkwkwkwk…..

2. Lebih irit, ya karena untuk bolak balik sepeda motor cuma habis Rp 10.000, sedangkan bis Rp 20.000,-.Tapi menurutku ini alasan yang kurang tepat. Soalnya biaya perawatan sepeda motor juga lumayan tinggi. Aku harus rajin ganti oli 2 kali sebulan, ganti ban 1 kali setahun, servis lengkap 1 kali sebulan, ganti rantai dan gir, ganti busi dll. Belum kalau ada acara ban bocor, ditambah lagi untuk alasan kesehatan… Lha si..??? jenenge ya udu alasan ya..???

3. Lebih santai, karena aku bisa mengontrol kecepatan dan waktu tempuh, disamping itu bisa mampir kemana-mana. Disamping untuk silaturahmi dg temen-temen yg rumahnya sepanjang jalan, sekalian numpang makan, minum, sholat, ngiyub kalau hujan dsb… hehehehe. Apalagi klw dijalan ngantuk berat, wah bisa jadi losmen dadakan neh, rumah temen-temenku.

Sebenarnya kalau mau dibandingkan anatara naik sepeda motor dan bis 50:50 lah, kalau naik bis bisa tidur sampai tujuan, asal tidak diganggu pengamen, “gombong kebumen, aja sombong karo pengamen”, wkwkwkwk… disamping itu jangan sampai ada penumpang wanita hamil yang berdiri, pasti ga tegaaku….

Jalur faforitku adalah lewat bukateja, brak, ke timur lewat karanggedang sampai gelang (rakit) belok kanan ke mandiraja, trus ikuti jalur utama. Saking favoritnya, aku sampai apal dimana saja lobangnya….. pernah sekali aku lewat jalur laut, eh sungai… Dari pertigaan sokaraja belok utara, trus timur lurus masuk gang, ikuti aja terus sampai ke sungai klawing, di situ ada penyeberangan. Motor, becak, kambing dsb bisa disebrangin pake prahu kayu. kalau motor plus pengendaranya tarufnya Rp 5.000, ada yang mau coba? rasanya ga beda sama nyebrang ketapang-gilimanuk. nanti begitu di sebrang, langsung ngacir aja ikuti jalur itu lurus…. nanti tau-tau sudah di penican, kemangkon, purbalingga.

Begitulah kerjaanku sehari-hari dan aku masih sangat bersyukur. Karena banyak sekali orang yang menempuh jarak lebih jauh dariku, terutama mereka para surveyor & colector finance/bank, Bisa sampai Wonosobo. Apalagi kalau ngebayangin saudara-saudara kita di Jakarta. Kerja di Jakarta, rumah di Bekasi/bogor dsb, jarak tempuhnya beda tipis lah, cuma mereka ada tambahan bonus jalanan macet, polusi akut dsb.

Ada yang menyarankan aku untuk stay di Banjarnegara, tapi kayanya aku dan keluarga masih lebih betah di Purwokerto. Sebenarnya kami pernah mencoba, sekitar 6 bulan, but kita kurang kerasan, karena keluarga besar kami di Purwokerto, temen-teme kami juga. jadi kalau ada acara kita terpaksa bolak-balik. daripada sekeluarga yg bolak-balik, mending aku aja sendirian yg begitu.

Well, ada yang mau menyusul…!!!

Posted in: Umum