Kisahku di Aceh, Bagian 2: Aktivitas Pertama

Posted on Desember 9, 2011

0


Setibanya di bandara Aceh Productions Operations (APO), aku langsung disambut teman-teman satu timku yang sudah 2 minggu di sana. Setelah ngobrol-ngobrol sebentar dan memasukkan barang-barang bawaan ke mobil, aku langsung diantar ke SHE Departemen. Aku pikir SHE departemen adalah departemennya perempuan dan aku akan disambut cewek2 cakep, hehehehe, ngarep. SHE adalah singkatan dari Savety, Healthy & Environmental. Jadi Departemen inilah yang mengurusi masalah keselamatan kerja, kesehatan dan lingkungan hidup. SHE departemen juga yang membawahi proyek yang aku kerjakan.

Lanjut lagi. Di SHE Departemen aku menjalani kewajibanku sebagi orang yang baru pertama kali masuk APO. Kewajiban itu adalah mengikuti savety briefing. Dalam savety briefing itu aku dijelaskan tentang cara bekerja yang aman di APO, alat-alat keselamatan diri, tempat-tempat berbahaya/dilarang, larangan-larangan, tempat makan, rekreasi, klinik, tempat evakuasi apabila dalam keadaan darurat dsb.

Yang menarik dalam savety briefing itu, perusahaan sangat memperhatikan keselamatan pekerja maupun tamu di APO, dan juga mewajibkan semua orang untuk disiplin dalam bekerja, agar selalu selamat dan sehat. Contohnya apabila kita bekerja kita wajib mengunakan helm, sarung tangan katun, coverall tahan api, sepatu yang ujungnya baja, kacamata dsb, meskipun itu adalah untuk pekerjaan-pekerjaan ringan.

Selain itu, setiap hari sebelum kita memulai aktivitas, kita diwajibkan menulis apa yang akan kita kerjakan dan alat2 apa yang digunakan dalam Work Permit dokumen (WP). Lalu kita membuat analisis keselamatan kerja dari apa yang akan kita kerjakan dalam dokumen Job Savety Analisis (JSA). kedua dokumen itu harus disetujui oleh SHE departemen dan PIC (kepala cluster). Sebelum kita membuat 2 dokumen tadi, kita tidak akan diijinkan bekerja. Lalu setelah bekerja kita diwajibkan lapor kembali (Close Permit) kepada PIC, dan melaporkan hasil pekerjaan kita hari itu kepada SHE departement, Ribet ya?

Untuk work permit, dibagi menjadi beberapa jenis, General Work Permit untuk pekerjaan-pekerjaan biasa, Hot Permit untuk pekerjaan yang berhubungan dengan api/listrik, Confine Space Permit untuk pekrjaan di tempat sempit (sumur, pipa dsb), dan Excavation Permit untuk pekrjaan penggalian lebih dari 60 cm. Dalam permit itu kita harus menjelaskan apa saja yang akan kita kerjakan, alat-alatnya, alat-alat keselamatan dsb.

Kemudian dalam JSA, kita harus menjelaskan proses kerja, alat-alat keselamatan kita, resiko apa yang kita hadapi dan bagaimana cara kita bekerja dengan aman.

Klw baru pertama di sana pasti deh mumete luar biasa. Minggu2 pertama di sana selalu ada masalah, yang salah ini salah itu dsb tp akhirnya bisa diatasi. setiap 2x seminggu pasti ada dari APO Manager atau APO Leader yang datang sidak untuk mengecek perlengkapan savety. Kalau ada temuan bisa kena hukuman kita. Pernah temenku (pas aku libur), kedapatan menggali tanah dengan excavator tapi ga bikin permit, langsung deh kena skors 1 minggu, hehehehe.

Oya di sana aku kerja 20 hari full (tidak kenal hari raya) dan libur 8 hari di medan. Jadi tiap 20 hari aku terbang ke medan, di sana kita punya kontrakan di kec. johor, 8 hari libur bisa buat jalan-jalan buang stress. Setelah 8 hari kita kembali terbang ke APO dan bekerja lagi. Trus tiap 3 bulan sekali kita dapet tiket pulang-pergi medan-jakarta-medan. Sebenernya bisa aja kita mudik ke jawa pas libur yang 8 hari itu, tapi klw dipikir2 sayang ongkosnya, hehehe, mending buat Zakat, infak dan sodakoh (klw inget). Klw mau dihitung kira-kira dalam setahun berapa kali aku terbang? Untuk org kampung sekelas aku pasti itu sudah cukup banyak.

Oke kawan, kapan-kapan q sambung lagi, maaf edisi 2 nya baru terbit setelah 8 bulan. Namanya juga berkala, kala-kala terbit, kala-kala engga, hehehehe.

Oya bagi yang belum baca bagian 1, silahkan KLIK DI SINI

Salam.

Posted in: Umum