PERIKANAN BUDIDAYA BERBASIS KEMANDIRIAN

Posted on Maret 15, 2012

0


Sejak dicanangkannya target peningkatan produksi perikanan budidaya 353% dan menjadikan Indonesia sebagai penghasil ikan terbesar di dunia di tahun 2015, pemerintah melalui kementrian perikanan dan kelautan RI, melakukan berbagai upaya untuk merealisasikan target tersebut. Banyak program telah digulirkan pemerintah, baik ditujukan secara langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat perikanan di daerah. Program yang ditujukan secara langsung kepada masyarakat perikanan, antara lain subsidi benih ikan bagi kelompok pembudidaya, subsidi induk ikan bagi Unit Pembenihan Rakyat, subsidi pakan, pengadaan sarana produksi perikanan, pengadaan sarana pengolahan ikan dan lain sebagainya. Sedangkan program yang tidak ditujukan langsung kepada masyarakat perikanan, diantaranya adalah pembangunan balai-balai benih ikan, riset dan penelitian tentang budidaya perikanan, penambahan jumlah penyuluh perikanan dan masih banyak lagi.

Dari sekian banyak program yang telah digulirkan, beberapa program seperti subsidi benih, subsidi induk, subsidi pakan, subsidi sarana budidaya dan juga permodalan, merupakan program yang ditujukan langsung kepada pembudidaya ikan, agar dapat meningkatkan produksi perikanan secara signifikan. Dalam pelaksanaan programnya, biasanya pemerintah mengirimkan sejumlah dana kepada kelompok pembudidaya melalui rekening bank dan kelompok pembudidaya mengirimkan dokumen penggunaan anggaran yang biasanya dikoordinir oleh dinas kabupaten/kota sesuai wilayahnya.

Dari sinilah masalah mulai timbul. Ketika dinas kabupaten/kota mengumumkan adanya program subsidi dari kementrian pusat, dinas kabupaten/kota akan diserbu para pendaftar yang ingin menerima bantuan. Kecermatan dan ketelitian petugas, baik di kantor maupun yang bertugas di lapangan, sangat berpengaruh di sini, agar penyaluran bantuan tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat bagi pembudidaya, maupun bagi peningkatan produksi perikanan secara keseluruhan dan dapat berjalan secara kontinyu.

Kecermatan dan ketelitian petugas yang dimaksud, adalah petugas harus tahu dengan lengkap profil kelompok calon penerima bantuan, kapan berdiri, bagaimana anggotanya, pendidikannya, pengalamannya dan juga organisasinya, bagaimana kondisi sarananya, jumlah dan luas kolamnya, bagaimana aktivitasnya, berapa kapasitas produksinya, apa kegiatan anggotanya sehari-hari dan lain sebagainya. Selain itu, petugas juga harus tahu kondisi lingkungannya, bagaimana ketersediaan airnya, penyediaan pakannya, pasarnya dan sosial masyarakatnya.

Penulis tekankan lagi, hal tersebut dimaksudkan agar penyaluran bantuan tidak salah sasaran. Salah sasaran yang penulis maksud antara lain berupa: kelompok penerima bantuan adalah kelompok dadakan yang berdiri dengan orientasi mendapat bantuan dana; Kelompok fiktif yang dimanfaatkan segelintir orang; Beberapa anggota kelompok merupakan satu keluarga yang tinggal dalam satu rumah sehingga pembagian jatah bantuan menumpuk dalam satu kepala keluarga; Daerah kelompok tersebut merupakan daerah sulit air, tapi mendapat bantuan ikan mas yang membutuhkan air deras; Anggotanya tidak/belum memiliki pengalaman yang cukup sehingga resiko kegagalan tinggi; dan masih banyak lagi.

Apabila penyaluran bantuan dapat tepat sasaran, peningkatan produksi perikanan tidak hanya terjadi saat ada program dari pemerintah saja, tetapi juga berjalan secara kontinyu, terus-menerus dan mandiri, meskipun tidak ada campur tangan dari pemerintah lagi. Banyak kasus terjadi, aktivitas kelompok pembudidaya berjalan hanya ketika mereka mendapat bantuan dari pemerintah, begitu bantuan selesai, selesai pula aktivias budidayanya.

Kita semua pasti tidak menginginkan dana milyaran yang dikucurkan pemerintah terbuang dengan percuma tanpa ada keberlanjutan yang signifikan. Karena program-program tersebut hanyalah stimulus, agar pembudidaya ikan lebih terpacu lagi dalam kegiatan budidayanya. Muaranya adalah kemandirian pembudidaya ikan itu sendiri. Jangan sampai program-program yang digulirkan untuk mencapai target produksi hanyalah ledakan-ledakan euphoria kembang api, yang hanya terang sesaat lalu padam kemudian. Mempertahankan pencapaian target pasti akan lebih sulit daripada meraihnya. Kita pasti tidak ingin cerita swasembada beras di era delapan puluhan yang runtuh pada dekade berikutnya, terjadi pada dunia perikanan. Peningkatan produksi perikanan budidaya adalah tugas kita untuk meraihnya dan juga tugas kita untuk mempertahankannya.

Posted in: Ikan