Peran Wasit (Cicak vs Buaya Jilid 2)

Posted on Agustus 7, 2012

0


Gambar diambil dari : http://tutuplagiya.blogspot.com

Dalam suatu pertandingan olah raga, wasit bertugas sebagai pemimpin pertandingan itu. Wasit juga berperan sebagai pengambil keputusan mutlak apabila ada masalah yang mengganggu jalannya pertandingan, entah itu pemain ada yang curang, cedera dll. Yang jelas wasit mengamankan pertandingan agar berjalan sesuai aturan.

Singkatnya wasit harus merupakan orang yang adil dan netral, wasit tidak boleh memihak salah satu pihak dan wasit harus mengerti semua aturan pertandingan dari A-Z (bisa dibantu asisten), karena biasanya keputusan wasit tidak bisa diganggu gugat.

Dalam sebuah pertandingan yang disaksikan banyak orang, sedikit saja wasit berbuat salah pasti akan terpantau oleh para penonton, sedikit saja dia memihak pemain/tim, penonton akan tahu, sedikit saja dia tidak mengetahui aturan pertandingan penonton akan paham, dan kemudian kredibilitasnya sebagai seorang wasit akan akan terjun bebas dengan telak.

Masih ingat pertandingan cicak vs buaya (yang jilid 1)??? kita semua tahu bagaimana jalannya pertandingan, lalu kita semua mulai paham siapa yang curang, siapa yang dicurangi. Saat pertandingan berjalan, kita mungkin tidak begitu paham apa masalahnya, karena pihak yang curang memainkan pertandingan dengan sangat baik dan seperti berjalan wajar-wajar saja. Tapi begitu pertandingan selesai, penonton baru sadar dan paham bagaimana betapa liciknya permainan berjalan.

Seperti pertandingan bulu tangkis ganda putri di ajang olympiade London 2012. ternyata ada sebuah permainan strategi agar para kontestan bisa memilih lawan mereka di putaran selanjutnya. Bagaimana caranya? mereka sengaja kalah agar bertemu dengan tim yang mereka anggap enteng di putaran selanjutnya. Ketika pertandingan berjalan, semua menganggap biasa saja, tapi ketika pertandingan selesai, panitia menduga adanya kesengajaan. Hasilnya 4 tim dari 3 negara harus diskualifikasi. Mengejutkan.

Kembali ke cicak vs buaya jilid 1. Saat itu semua mata melihat, semua orang menyaksikan, betapa lemahnya seorang wasit, bahkan sampai dengan pertandingan selesai. yang curang dibiarkan menang dengan kecurangannya, yang kalah dibiarkan terpuruk dengan kenistaannya. Penonton hanya bisa menonton dan berargumen di warung-warung kopi, tanpa ada penyelesaian yang adil.

Opini publik sudah jelas, ada kecurangan! Tapi para offisial pertandingan seolah menutup mata, tidak ada tindakan sama sekali untuk mengusut kecurangan itu. Pihak yang kalah telah berkali-kali memberikan bukti-bukti yang ada, tapi hasilnya NOL BESAR. Secara konstitusional, wasit memiliki wewenang memberikan grasi, amnesti, abolisi dan rehabilitasi, atas dasar kemanusiaan dan disertai bukti-bukti yang ada, seharusnya wasit bisa menggunakan haknya demi keadilan.

Lanjut ke cicak vs buaya jilid 2. Saat ini publik sedang dipertontonkan kembali pertandingan antara tim cicak vs tim buaya, namun dengan pemain yang berbeda. Jalannya pertandingan sangat diminati banyak pengamat, komentator-komentator dadakan pun mulai bermunculan. seperti sebuah pertandingan klasik AC Milan vs Inter Milan, atau Arsenal vs Chelsea atau bahkan Real Madrid vs Barcelona. Pertandingan yang sarat emosi.

Seperti pertandingan jilid 1, pada jilid 2 inipun sudah diindikasikan adanya kecurangan. Hanya saja pada jilid 1 penonton mengetahuinya sudah terlambat, dan pada jilid 2 ini penonton sudah tahu ada kecurangan sejak menit pertama. Publik sudah tahu, publik sudah curiga, bagaimana dengan wasit? Wasit rupanya sama seperti dulu, membiarkan bola liar bergerak tanpa arah, Membiarkan yang curang tetap curang. Tapi kenapa? padahal wasit tahu pasti!

Bisa jadi wasit memang memihak yang curang, atau wasit takut kepada yang curang, atau wasit enggan tangannya kotor mengurusi hal remeh-temeh seperti itu. Wasit bisa jadi ingin terlihat bersih, sehingga lebih baik tidak berbuat apapun. Cukup komentar sedikit, sudah…

Padahal, sebuah kepemimpinan, meskipun hanya pertandingan catur, pasti akan dimintai pertanggungjawabannya dari Sang Pencipta. Padahal penulis sendiri pernah dengan di TV, sang wasit berkata : “Saya ini Orang yang beriman.”

Apa namanya kalau seorang pemimpin, meskipun emimpin pertandingan, melihat adanya kecurangan tapi diam saja? Apa namanya kalau seorang pemimpin melihat kedzoliman tapi pura-pura tidak tahu? Jangan sampai hanya gara-gara masalah seperti itu kita semua mendapat adzab dari Sang Pencipta, dan orang-orang yang tidak tahu sama sekali ikut terkena imbasnya, Nangudzubillahimindzalik.

Baiklah para penonton, silahkan menyaksikan pertandingan sampai selesai, jangan alihkan chanel TV anda. Nanti di akhir pertandingan kita akan membahasnya bersama komentator kita “Bung Kusan”, dan tak lupa ada juga kuiz interaktif berhadiah jutaan rupiah, selamat menyaksikan.

Posted in: Umum